Selasa, 16 September 2008

.: HAKIKAT SEBUAH CINTA, ARJUNA MENCARI SHINTA :.

Jika kamu memancing ikan…. setelah ikan itu terlekat dimata kail hendaklah kamu mengambil terus ikan itu…. janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja…. kerana ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu dan mungkin akan menderita selagi ia masih hidup

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang… setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya…. janganlah sesekali kamu terus meninggalkannya begitu sahaja….

karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatimu. …

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh…. cukuplah sekadar keperluanmu. Apabila sekali ia retak…. tentu sukar untuk kamu menambalnya semula…. akhirnya ia dibuang…. sedangkan jika kamu cuba membaikinya mungkin ia masih bisa digunakan lagi….

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang terimalah seadanya…. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa…. anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan

kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. …Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan berterusan hingga keakhirnya.. .. amien

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi… yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain.. Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak bisa memakannya. Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan… yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu kehilangan dia dan kamu akan menyesal apabila dia beralih arah.

Tidak ada komentar: